pantun

PANTUN AGAMA
Sungguh indah pintu dipahat
    Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
    Taat selalu perintah Tuhan
Belatuk di atas dahan     
    Terbang pergi ke lain pokok
Hidup mati ditangan Tuhan  
    Kepada Allah kita bermohon
Daun tetap di atas dulang  
    Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
    Perbuatan haram jangan dicuba
  
Kulit lembu celup samak  
    Mari buat tapak kasut
Harta dunia janganlah tamak
    Kalau mati tidak diikut
Pak Kulup anak juragan
   Mati diracun muntahkan darah
Hidup di dunia banyak dugaan
   Kepada Allah kita berserah
Sayang-sayang buah kepayang
    Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
    Kuasa Allah menentukan


PANTUN CINTA

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kau mengenang
segala kisah tentang kita
yang telah terpahat rapi di rangka langit
bersama segenap noktah-noktah peristiwa
... ... juga canda dan pertengkaran-pertengkaran kecil
yang mewarnai seluruh perjalanan kita
Dalam Lengang, Tanpa Kata

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kau tetap menyimpan
setiap denyut nadi yang berdetak
dan degup cepat debar jantung
saat mataku memaku matamu
disela derai gerimis menyapu beranda
kala kita pertama bertemu di temaram senja
Dalam Sepi, Tanpa Suara

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kita meletakkan segala perih itu
disini, pada titik dimana kita akan berbalik
dan menyimpan senyum dibelakang punggung masing-masing
lalu membiarkan waktu menggelindingkannya
hingga batas cakrawala
bersama sesak rindu tertahan didada
Dalam Diam, Tanpa Airmata

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin cinta itu tetap tersimpan rapi
pada larik bianglala, pada hujan, pada deru kereta,
pada embun di rerumputan, pada pucuk pepohonan
sembari memetik mimpi yang telah kita sematkan disana
lalu mendekapnya perlahan
Dalam Sunyi, Tanpa Cahaya

Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi
Aku ingin kita akan tetap saling menyapa
lalu merajut angan kembali
seraya meniti ulang segala jejak yang sudah kita tinggalkan
lantas menyadari bahwa menjadi tua adalah niscaya
dan untuk itu kita tak perlu ambil peduli
karena kita tahu

Dalam Lengang, Tanpa Kata
Dalam Sepi, Tanpa Suara
Dalam Diam, Tanpa Airmata
Dalam Sunyi, Tanpa Cahaya

Ada Bahagia
Untuk Kita
Hanya Kita    
               
                         by andra
                                tuq yank ksyng

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

0 komentar:

Posting Komentar